Bertemu Seseorang, siapa?

1819 Kata

“Windy, sudah bangun?” tanya Putra. Ia cukup kaget ketika membalik badan dan berniat menatap wajah Windy, ternyata wanita itu sudah lebih dahulu memerhatikannya. Windy mengangguk. “Bagaimana perasaan kamu? Apak amu butuh sesuatu? Mau minum? Atau mau makan?” Putra segera melipat sajadahnya lalu menyeka air matanya yang tadi tumpah ketika berdoa. Windy menggeleng, “Aku tidak butuh apa-apa, Bang.” “Lalu? Apa kamu mau ke kamar mandi? Aku akan bangunkan Dian untuk menemani kamu ke kamar mandi.” Windy kembali menggeleng, “Bang, boleh aku jujur?” “Iya, jujur saja.” Putra menarik sebuah kursi lalu duduk di samping ranjang Windy. Lagi-lagi ia hanya bisa menatap tangan Windy yang saat ini masih terpasang infus. Ingin rasanya ia memegang dan mencium, tapi Putra masih sadar diri. Hal itu tentu t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN