Percakapan dua Kepala Negara

1583 Kata

Yahmar kini duduk di ranjangnya dan menunggu sambungan dari Luis yang belum juga terhubung padanya, padahal dirinya sudah cukup siap untuk berbicara secara langsung dengan Perdana Menteri Sean. Ia pun berulang kali menatap pada Bima yang duduk di depannya dan melihati layar virtual miliknya dengan serius serta fokus. “Tenanglah Yahmar, dia belum menghubungi kita dan masih mendengarkan Sean yang berbasa-basi.” Bima yang melihat ketidak sabaran serta kegelisahan Yahmar yang selalu melirik ke arahnya pun segera memberitahu pada Yahmar situasi yang kini sedang di hadapi oleh Luis di dalam restoran itu. “Hahaha… Aku hanya merasa nervous sekaligus exited saja, Bima.” Ucap Yahmar yang memberikan sebuah alasan pada Bima yang kini tersenyum dan menganggukan kepalanya berulang kali, mencoba untu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN