Sesuai dengan yang di ucapkan oleh pihak anggota parlemen yang tadi memberikan informasi pada Luis, dan James. Dua puluh menit kemudian, pintu ruang Kepresidenan itu terketuk, membuat kedua lelaki yang sudah siap itu segera menoleh ke sana. Namun tetap, James bersikap hati-hati. Ia menyuruh agar Luis terdiam terlebih dahulu, sementara dirinya berjalan ke arah pintu dengan satu tangan yang bersiap memegang senjatanya yang kini ia sakui di saku celana belakang miliknya. Langkah James tidak terlalu pelan mendekati pintu itu, dia berjalan seoah-olah dirinya berjalan seperti biasa dan membukakan pintu tersebut untuk melihat siapa yang ada di baliknya. “Permisi, tuan… Kami ingin menjemput tuan Luis untuk mengantarnya menemui Predana Menteri Sean yang sudah menunggu di tempat!” Ucap salah sat

