Manik Dev menyorot sayu, keinginannya makin membumbung tinggi saat Selena memasrahkan diri padanya. Gadis itu memejamkan mata, seakan menunggu apa yang akan dilakukan suaminya dengan debar di d**a. Waktu berjalan begitu lambat, pikir Selena. Telapak tangan Dev yang besar menangkup kedua sisi wajah kecil Selena. Perlahan memiringkan kepala, untuk mempertemukan bibirnya dan bibir ranum itu. Ketika telah menempel sepenuhnya, Dev melumat benda kenyal itu dengan lembut, aliran darahnya makin berdesir dan sesuatu di bawah sana kian sesak. Selena melenguh halus, berusaha mengimbangi pagutan Dev yang tak terkesan terburu-buru. Secara sadar dia pun mulai mengangkat kedua lengan, dan mengalung di pundak suaminya. Tubuhnya makin merapat karena Dev terus beringsut maju tanpa menjeda pergerakan lid

