82~

1283 Kata

Untuk ke sekian kalinya, kedua orang yang dulu pernah dekat dan akrab, kini saling berhadapan dengan sorot kebencian. Suasana semakin memanas ketika ujung pistol sama-sama mengarah ke kening masing-masing. Bisa saja dengan sekali tarik, diantara mereka akan tumbang. Entah Dev atau Lexy yang akan kalah lebih dulu. Di samping Lexy, sosok perempuan yang menjadi tujuan utama Dev mendatangi tempat ini justru terlihat marah. Sorot kebencian yang terpancar menandakan bila Selena sama sekali tidak merasa senang melihat kedatangan suaminya. Aura dingin makin menyeruak ketika Selena dengan sengaja mengalihkan pandangan saat Dev menatapnya. Sedangkan Rania tak berani bergerak di tempatnya lantaran ketakutan seolah-olah mengikat kedua kakinya. Pias serta sedikit merasa kecewa, itulah raut yang meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN