Roda empat yang kini sudah berganti pengemudi itu melaju dengan kecepatan di atas rata-rata. Sementara di belakang mobil tersebut ada mobil lain yang juga melaju begitu kencang. Jalanan beraspal mulus, yang di setiap sisi terdapat jurang itu terlihat lengang dan basah. Hujan deras masih menyisakan rintik gerimis. "Sedikit lagi kita sampai ke tempat Darwin dan Selena berada," kata Marvin, yang saat ini sudah berpindah tempat duduk—di depan kemudi. Di sampingnya ada Dev, sedangkan di jok belakang diisi oleh Pak Didi. Dev hanya menggertakkan giginya. Telapak tangannya terkepal kuat, seakan kemarahan yang menyelimuti siap meledak. Sepasang manik kelamnya berkabut, menyorot tajam ke arah kaca depan yang mengembun. Pikirannya benar-benar sedang kalut. Dia tak berhenti memikirkan nasib sang

