84~

1115 Kata

Pintu kamar yang menjadi tempat beristirahat terbuka—menampilkan sosok yang seharian kemarin mencemaskan sang istri. Dev mengerutkan kening saat dia mendapati Selena sedang duduk bersandar sambil melamun. Sejak kapan istrinya itu terbangun? Kenapa tidak ada yang memberitahunya, pikir Dev. 'Kenapa Mbok Nung gak bangunin aku? Ke mana Mbok Nung?' Dev membatin sambil celingukan mencari keberadaan Mbok Nung—yang berjanji akan membangunkannya saat Selena sadar. Akan tetapi, Dev tidak melihat keberadaan Mbok Nung di ruangan rawat itu. Yang ada justru Selena, yang sepertinya tidak menyadari keberadaannya. Akhirnya, Dev memutuskan untuk melangkah—berjalan mendekati bed pasien. Pria itu berdeham ringan, membuat sosok cantik yang nampak pucat di hadapan tersentak. Selena hanya melirik denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN