"Tidak.. Arra, aku mohon jangan tutup mata mu. Arra, bangun!" Ken berteriak dengan suaranya yang sangat pilu, ia mengguncang bahu Arra yang beberapa menit yang lalu tidak memberikan reaksi pergerakan barang sedikit pun. Bahkan, tenaga dalam Ken terasa di tolak oleh tubuh Arra. Tidak, ini tidak bisa terjadi! Batin Ken sambil terus berusaha untuk menggoyangkan bahu Arra yang masih tidak sadarkan diri. Pintu Kamar Ken tiba-tiba terbuka dan Hana-ibu Ken masuk ke dalam ruangan Ken dan menatap wajah putra nya itu yang memerah dengan air mata yang sukses terjatuh. Hana menyentuh punggung bahu Ken membuat Ken menyadari bahwa ada orang yang memasuki kamar nya tanpa ijin nya. Menyadari siapa yang datang, Ken menggeleng lalu kembali menggoyang bahu Arra. "Ken, berhenti nak. Kau bisa menyakiti

