Ken menatap prajurit yang berdiri di depannya, dengan sekali tebasan. Leher di depannya langsung putus. Semua prajurit yang berada tidak jauh dari nya menunduk tidak berani menatap Ken barang sedikit pun. "Kalian bodoh, bodoh, tidak berguna!" teriak Ken "Lord, saya ingin berbicara sebentar!" Ken menatap ke arah Damian yang baru saja memasuki ruangan aula, Ken menatap para prajurit di depannya dengan tajam lalu melangkah ke luar. Tatapan merah Ken sejak tadi tidak padam-padam yang menandakan bahwa emosi nya masih berada di ubun-ubun. "Apa yang kau dapat?" "Maaf Lord, saya tidak menemukan Queen. Hanya saja, saya menemukan Reza yang tidak sadarkan diri dengan tubuh penuh luka. Dia masih berada di ruangan perawatan, tabib sudah mengobatinya!" "Kau dapat dari mana dia?" "Dari perbatasan

