Ling Er terkesiap. Kedua bola matanya membulat. Ia menutup mulutnya yang menganga dan buliran kristal kembali jatuh dari kedua netranya. "Qi ... Qi Feng," gumam Ling Er terbata-bata. Wanita itu melihat wajah Qi Feng di balik kulit buatan yang menutupi wajah Kenan saat ini. Wajah yang sama dengan wajah Qi Feng dan Alex. Hanya saja di pipinya terdapat bekas luka bakar yang cukup parah. "Ba-bagaimana bisa?" Tubuh Ling Er hampir saja terduduk di atas hamparan es tempat ia berdiri saat ini jika Kenan tidak menahan pinggangnya. "Apa kamu takut melihatnya, Ling Er?" sindir pria itu padanya. Ling Er menggeleng pelan. Ia berusaha menguatkan dirinya untuk menerima kenyataan yang sangat tidak masuk di akal itu. Walaupun begitu apalagi yang tidak bisa ia terima dengan akal sehatnya, kehadiranny

