Bab 83

1396 Kata

"Sierra!" teriak Alex. Alex langsung berlari cukup gesit ke arah istrinya, tetapi kembali satu timah panas dilepaskan ke dekat kaki Alex. Pria itu terpaksa mundur selangkah. Ling Er telah meringkuk di tempatnya berdiri tadi dengan tubuh bergetar. Bawahan Edric yang berada di belakang Ling Er tadi telah tak bernyawa. Tembakan tadi tepat mengenai kepalanya. Cairan merah pekat itu mengalir dari keningnya. "Jangan ada yang bergerak!" teriak Edric lantang. Pria tua itu melihat ke sekelilingnya, mencari sosok misterius yang telah membunuh bawahannya sekejap mata di hadapannya. Tampaknya ia telah bisa menebak sosok tersebut. Kedua iris matanya mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru. "Keluar kau, bocah sialan!" teriak Edric. Wajah tuanya begitu menyala-nyala. Ia mengertakkan giginya erat.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN