Suasana di ruang keluarga Lee terasa menegangkan saat ini. Louis duduk di sofa dengan menyilangkan kedua kakinya dan tangan melipat di dadanya. Ia memandangi kedua wanita di depannya saat ini, Lucy dan Sierra. Terdengar helaan nafas yang keluar dari hidungnya yang besar. "Apa di antara kalian tidak ada yang mau menjelaskannya kepadaku apa yang terjadi barusan?" tanya Louis dengan tatapan menginterogasi. Lucy tersenyum di dalam hatinya. Tidak ingin melewatkan kesempatan itu, ia pun segera menceritakan hal yang menyudutkan Sierra sebelum gadis itu mengadu kepada ayahnya. "Lou, kamu jangan marah kepada Sierra. Aku tidak ingin kalian berdua bertengkar karena aku," ucap Lucy dengan suara manja dan isak tangis yang dibuat-buat. Louis menaikkan salah satu alisnya, meminta penjelasan lebih jau

