"Lex, kamu mau membawaku ke mana sih?" Suara Ling Er menyatu dengan suara deru mobil dan hembusan angin yang melewati mereka karena Alex tidak menutup atap mobilnya. Alex melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang. Ia tidak menjawab gadis itu dan tetap fokus menyetir. Ling Er menghela nafas pelan dan memeluk tubuhnya sendiri karena merasakan hawa dingin yang menusuk kulitnya. Gadis itu memakai gaun yang berbahan tipis. Alex melirik sekilas gerakan kekasihnya yang membungkus dirinya dengan kedua lengannya. Ia pun menekan tombol di sampingnya dan menutup atap mobilnya itu, kemudian mengecilkan air conditionernya agar gadis itu merasa lebih hangat. Ling Er memalingkan wajahnya menghadap pemandangan di kaca luar mobilnya. Gadis itu tersenyum sekilas. Ia sudah tidak begitu marah sekar

