Bab 25

2038 Kata

Kemilau mentari menyusup melalui celah-celah jendela yang tertutup tirai berwarna putih, menerpa dua insan yang masih terlelap. Mereka saling berpelukan untuk berbagi kehangatan tubuh karena udara pagi masih terasa dingin saat ini walau sang mentari sudah menunjukkan kuasanya. Deringan ponsel di atas nakas membuat si gadis menggeliat kecil di dalam pelukan pria di sampingnya. Deringan ponsel itu sama sekali tidak digubris oleh pemiliknya dan masih setia berbunyi. Merasa terganggu dengan nada dering itu, si gadis perlahan membuka matanya dan menggosok-gosoknya pelan. Ia menarik ujung bibirnya tersenyum lebar ketika mendapati seorang pria yang masih terlelap sambil memeluknya. "Qi Feng," gumamnya bahagia. Ia mengecup pelan bibir pria itu, tetapi seketika pikirannya menyatu dengan kesadara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN