Sembilan Belas

1217 Kata

Andrean turun dari kendaraannya begitu menemukan alamat yang ia cari. Setengah berlari ia masuk ke dalam melewati gerbang yang tidak tertutup. Kemudian memencet bel berulang kali. Sedari tadi hatinya medumel. Bagaimana bisa hal-hal yang dulunya pernah ia lihat di sinetron bersama sang mama kini menjadi nyata untuknya. Bedanya dia laki-laki dan di sinetron itu wanita. Sama-sama mencari anak yang hilang akibat kenyataan pahit dan di tengah pencarian begitu banyak kendala. Contohnya Macet, nabrak orang, nabrak pedagang dan sebagainya. Bukankah ini gila? Dengan tidak sabaran, Andrean memencet bel seraya mengetuk pintu terus menerus. "Orangnya sudah pergi, Tuan." Andrean membalikkan tubuhnya, saat dirasa ia mendengar teriakan orang yang tertuju padanya. Berlari kecil, Andrean menghampiri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN