Chapter 78

1774 Kata

Gaun berwarna merah yang sangat indah itu sangat pas di tubuh Gadis. Berulang kali ia memastikan make up yang ia kenakan tak terlalu tebal dan wajahnya nampak mempesona di cermin. Kegugupan yang Gadis alami malam ini bukan karena pesta orang-orang kaya yang biasanya digelar. Tetapi otaknya lebih memikirkan ke arah Liliana. Perempuan paruh baya yang masih tampak sangat cantik di usisnya yang tak lagi muda itu sudah terang-terangan menyatakan kalau ia tak suka padanya saat mereka di rumah sakit. Hinaan demi hinaan itu masih bergema di telinga Gadis hingga kini. Tetapi Gadis teringat pesan dokternya. Dia hanya harus punya keberanian saja. Hingga akhirnya Gadis melangkah meninggalkan meja riasnya setelah menghembuskan napas berat. Ia keluar kamar dengan langkah yang tegap dan anggun, kepal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN