Chapter 68

2172 Kata

"Sudah selesai?" kata Hasan di telepon di ruangannya. "Bagus. Bagus." lanjutnya. "Biarkan, sisanya biar aku yang urus. Ingat, jangan tinggalkan jejak." lanjutnya dengan nada serius sekali. "Baik, aku tunggu kabar selanjutnya dari kamu. Jangan mengecewakanku." imbuhnya lagi. "Aku hubungi kau lagi nanti." katanya seraya menutup ponselnya saat ia mendengar pintu ruangannya diketuk. Hasan melirik jam di dinding. Pukul satu malam dan ada yang masih terjaga? "Masuk!" sahut Hasan. Pintu ruangannya terbuka dan tampaklah anak lelakinya pelan-pelan masuk ke dalam ruangannya dengan wajah yang sedikit menunduk. Hasan memerhatikan John dengan seksama. Jika bukan karena John anak lelaki yang dimilikinya seorang, mungkin Hasan telah melenyapkannya. Kerja tak becus dan hanya bisa bikin masalah saja. "A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN