Tanpa Judul

1070 Kata

Setelah mengucapkan kata-kata yang cukup mohohok, aku pergi begitu saja dengan hati yang gemuruh. Mas Farhan masih saja terpaku di tempatnya mungkin ia tidak percaya jika aku yang sekarang adalah wanita pembangkang. "Luna, kamu udah masuk sekolah?" Mbak Winda tiba-tiba muncul dari belakang saat akun baru turun dari ojek online. Ia datang bersama dengan Ruri jalan kaki. Sepertinya tadi mereka tiba dengan naik busway. Aku memang sengaja ngak naik motor sendiri, aku juga ngeri. Takutnya terjadi sesuatu sama kandungan yang masih muda dan nanti malah bikin Mbak Rahmi jadi sewot. "Iya Mbak. Baru enakan badannya, jadi baru bisa kerja sekarang," sahutku sembari tersenyum. "Enak ya Lun jadi istri donatur utama yayasan, jadi bisa masuk seenaknya," kalimat Ruri seperti sebuah sindiran. Ngak, it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN