Kucing Peliharaan

2163 Kata

Aku terdiam, jadi serba salah. Mau jawab gimana, ngak jawab juga gimana. Mas Farhan mendekatiku yang duduk di tempat tidur dan memunggunginya. Ia melihat dari atas hingga bawah. “Kaki kamu kenapa?” tanya Mas Farhan. Wajahnya masih saja datar, dia niat atau ngak sih nanyanya. Aku masih diam dan menunduk, aku belum berani menatap Mas Farhan secara langsung setelah pertengkaran kami kemarin. “Saya tanya kamu Luna, Kaki kamu kenapa?” nada suara Mas Farhan meninggi. “Mas ngak perlu tahu,” ucapku ketus. Aku menarik selimut dan berbaring lagi. Karena aku menunduk dan langsung memunggungi Mas Farhan, jadi aku tidak tahu reaksinya saat ku jawab demikian. Ada rasa penasaran juga, biasanya kalau aku ngambek sambil sakit Mas Farhan jadi perhatian lagi. Lama hening, aku tidak merasakan pergerak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN