"PAPI! HUHUHU PAPIIII!" Jala dan Lara langsung berseru terharu begitu mereka sepenuhnya pulih dari keterkejutan bahwa papi mereka sudah bangun. Secara spontan, mereka memeluk Hamdan dan memberinya beberapa ciuman di wajah. Bahkan, Jala juga melakukannya, dan sejenak lupa dengan rasa malunya setiap kali melakukan kontak fisik yang berlebihan dengan sang papi. Jala terlalu bahagia dan bersyukur melihat papinya bangun setelah lebih dari dua hari tidak sadarkan diri, juga sempat mengalami kondisi yang kritis. Tanpa sadar, keduanya jadi menangis. Tapi kali ini mereka menangis karena bahagia, terutama Lara yang sempat berpikir jika papinya tidak akan bangun lagi. Hamdan sendiri hanya diam melihat anak-anaknya seperti itu. Tubuhnya masih belum bisa banyak gerak dan kepalanya juga masih terasa

