Di pinggiran hutan Daegu, terlihat sebuah api unggun kecil sedang menyala di tengah dinginnya hawa malam. Meski telah menghangatkan diri di depan api unggun, Zhou Fu masih merasakan dingin menusuk-nusuk hingga ke sumsum tulangnya. Bisa jadi, sensasi dingin tersebut terasa semakin nyata sebab ia hanya sendirian di hutan itu. Kesunyian kadang-kadang memang membuat rasa tak nyaman menjadi berkali-kali lipat semakin menyiksa. Apa lagi, saat itu kesehatannya sedang tak begitu baik. Sesekali, Zhou Fu harus tertatih-tatih mengambil ramuan obat di dalam tenda, lalu keluar lagi untuk menghangatkan diri. Beberapa kali, bibirnya juga menyunggingkan sebuah senyum getir kala ia teringat bagaimana Panglima Yeongjo bersujud meminta maaf di kakinya. “Atas nama seluruh warga di negeri Yeongsan, aku memin

