Beberapa saat kemudian… “Paman, saya sudah menghafal di kepala! Sekarang bagaimana?!” Zhou Fu berteriak dari arah pertempuran. Ia berteriak selagi terus memberi serangan dan juga bertahan dari sergapan dua musuh-musuhnya. “b******n! Sudah hafal di kepala?!” Panglima Yeongjo tak bisa menahan diri untuk mengumpat. Ia tahu maksud dari ucapan Zhou Fu barusan adalah, Zhou Fu mengajaknya untuk melakukan segel suci atau mengunci dua musuh tersebut menggunakan jurus segel kuno yang dihasilkan dari kombinasi gerakan dua orang penyegel. Masalahnya adalah, Zhou Fu bahkan belum pernah mempraktikkannya. Ah, bisa dibilang, belum juga mempelajarinya. Remaja itu hanya melihat. Sebatas melihat. Dan bermodalkan melihat gerakan itu, ia menantang Panglima Yoengjo untuk bergabung bersamanya menciptakan sebu

