Perjalanan di lorong dimensi telah dimulai kembali. Patriark Yuan Kai memegang erat pundak Zhou Fu agar tubuh mereka tak terpisah lagi seperti pengalaman pertama mereka ketika memasuki negeri Yeongsan. “Sepertinya kita harus menunda kepergian kita ke Markas Yianju,” ucap Patriark Yuan Kai menggunakan ZhijuMoya sebab di lorong dimensi, seorang manusia dipastikan tak bisa bercakap-cakap menggunakan mulut mereka sendiri. “Tidak. Kuharap semua dugaan Paman salah semua! Kita akan segera mejelajah negeri Shamo, menemukan Markas Yianju dan berburu nyawa Sang Kaisar!” “Cih! Jangan terlalu berharap karena pangkal dari kesedihan adalah menggam harapan!” seru Patriark Yuan Kai sebagaimana ia sudah lebih berpengalaman dengan harapan yang tak sesuai kenyataan. Zhou Fu tak menyahut peringatan dar

