Hari penting itu akhirnya tiba. Zhou Fu dan Patriark Yuan Kai digiring menuju ke sebuah tempat di pegunungan Namhansan. Di pegunungan yang menyerupai deretan batu raksasa tersebut, terdapat sebuah lubang hitam besar pada salah satu gunung dengan diameter lubang selebar dua puluh kaki. Seterik apa pun matahari bersinar, cahaya surya tak pernah bisa menembus kegelapan dari lubang Namhansan tersebut. “Karena tak pernah ada yang bisa kembali setelah memasuki lubang di pegunungan Namhansan ini, leluhur kami menyebutnya sebagai Gerbang Penyesalan!” celetuk Raja Jo Sun tepat ketika ia dan rombongannya telah berada cukup dekat dengan pintu masuk Gerbang Penyesalan. “Sungguh aneh, bukankah ini musim semi? Bagaimana bisa pegunungan Namhansan kering meranggas seperti ini?” Patriark Yuan Kai menghel

