“Kamu istirahat dulu saja, Kai. Jangan cemas. Aku temani kamu di sini." Tangan Dara mengelus lengan Kaina. Dia memandangi sahabatnya yang tertidur pulas. Dokter berpesan agar tidak membangunkan Kaina. Yang bisa dia lakukan adalah menunggu Kaina terbangun sendiri. Keadaan Kaina belum bisa dipastikan sebelum dia sadar. Meski tidak ada luka luar yang terlihat. Pasti ada yang tidak beres dengan Kaina. Dara takut Kaina terguncang karena kembali melihat kekerasan dan teringat masa lalu yang membuatnya trauma selama ini. Masa-masa kelam itu begitu menyiksa Kaina. Bagaimana jika saat terbangun, Kaina kembali begitu? Kepala Dara menggeleng keras. Dia tidak boleh berpikiran terlalu jauh. Gadis kuat seperti Kaina pasti bisa mengatasi masalah ini. Dara memejamkan mata, lalu mulai berdoa semoga Kain

