66. Peringatan

1762 Kata

Jarak dua meja dari Kaina duduk bersama sang ayah, Arion memperhatikan. Kekhawatirannya ternyata tidak terbukti. Kaina bisa mengobrol dengan ayahnya seperti orang kebanyakan. Tampaknya Arion tidak perlu mengkhawatirkan Kaina. Gadis itu selalu bisa menguasai keadaan. Wajah Kaina yang memerah sambil mengangguk menyetujui lamarannya tadi terbayang di pelupuk mata Arion. Itu adalah momen terindah sepanjang hidupnya. Dia tidak akan pernah melupakan ekspresi Kaina. Seharusnya, dia tadi merekam kejadian bersejarah itu. Atau dia bisa memeriksa CCTV kafe. Ide yang bagus. Apa kira-kira yang dibicarakan oleh Kaina dan Haikal. Mereka saling bertukar cerita. Sesekali Kaina tersenyum dan tertawa pelan. Sementara Haikal sudah beberapa kali tertawa. Terlihat sekali kalau Haikal sangat bahagia bisa berte

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN