64. Lamaran

1693 Kata

“Apa perlu aku temani begini?” tanya Dara tidak nyaman. “Aku, kan, sudah bilang, kamu temani aku sampai Ayah datang.” “Kenapa harus di kafe Arion? Pasti cowok kamu yang mengusulkan.” “Siapa yang kamu sebut cowok aku?” tanya Kaina geram. Sejak Meli membicarakan mengenai lamaran Arion dan memberi sinyal persetujuan, Dara terus mengejek Kaina. Dia selalu mengatakan omong kosong mengenai pernikahan dan keluarga bahagia yang akan Kaina jalani bersama Arion. Kaina membiarkannya karena sudah bosan menanggapi. Untuk apa Kaina marah dengan semua ejekan Dara. Toh, dia tidak merasa keberatan dengan apa pun yang dikatakan oleh Dara. Dara itu sahabat sekaligus saudara Kaina, bagaimana bisa dia marah. Lagi pula, apa untungnya memarahi Dara. Gadis itu tidak akan berhenti jika bukan karena keinginan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN