Bab 16: Ketahuan

1581 Kata

“Kita mau ke mana, sih, Ra?” tanya Kaina yang terus ditarik oleh Dara. “Nanti saja. Kita harus ngomong secara rahasia se-ce-pat-nya.” “Soal apa?” Dara berhenti, lalu menatap lurus Kaina. Membuat Kaina menelan ludah. Dara menunjuk ke sekitar mereka yang cukup ramai. Kening Kaina berkerut, tetapi kemudian mengetahui maksud sahabatnya. Mereka akan membicarakan rahasia, seperti kata Dara. Jadi, Kaina menurut saja. Protes juga tidak ada gunanya. Sejujurnya, ada gudang klub tata boga yang sepi. Anggota klub sedang sibuk membuat kue. Mereka juga sudah mengambil semua bahan dari gudang. Namun, Dara tidak mau mengambil risiko ada yang mencuri dengar pembicaraannya dengan Kaina. Permasalahan ini terlalu sensitif untuk dibicarakan di tempat umum. Rasa penasaran Dara tidak mampu menahan keingina

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN