Firasat

2310 Kata

'Dia mengaku adik dari nenekku, kenapa begitu dingin kepadaku?' Pertanyaan tersebut terus mengganggu perasaan Tiara. Di dalam mobil yang melaju kembali ke rumah sewaan di kota, Tiara mematung sambil menangis dalam diam. Air matanya terus meluncur tanpa bisa dibendung. Hatinya terasa sakit dan malu. Bagaimana bisa jauh-jauh datang dari Bogor, hanya untuk merasa tidak dianggap keluarga, hanya untuk mendengar kabar bahwa ayahnya tidak mungkin menjadi wali karena berbeda keyakinan? "Apakah jika seorang anak lahir dan terjadi sesuatu di antara ayah ibunya, maka hanya ibu yang berkewajiban merawatnya? Kenapa seorang ayah bisa pergi lenggang kangkung tanpa kesadaran bahwa dia memiliki anak?" gumam Tiara merasa aneh dan tidak habis pikir. Kenyataan bahwa dirinya seolah tidak ingin dikenali oleh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN