Dia, Bukan Putrimu!

1671 Kata

Sebuah mobil mewah terparkir di halaman depan gedung sekolah dasar. Sekolah dasar itu terletak di jalan raya. Mahendra turun dari mobil dan mulai menyeret langkahnya memasuki gerbang sekolah yang di jaga keamanan. Ragu-ragu, ia tergugu sesaat ketika seorang satuan pengamanan berusia tiga puluh tahunan bertanya kepadanya, "Mohon maaf, Pak, ada perlu ke mana ya?" Setelah berdeham pelan, melancarkan tenggorokannya yang tercekat, Mahendra pun menjawab, "Saya mau menemui ibu guru Ruby." "Oh, ibu Ruby, sebentar ya Pak dicek dulu," ujarnya sambil melihat catatan di meja ruang satpam. "Ya, ibu Ruby masih di dalam, tapi sebentar lagi juga keluar. Silakan Bapak tunggu di sini?" Satpam itu menunjuk pada dua buah kursi di samping dinding yang teduh. Mahendra mengangguk, tapi ia enggan menunggu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN