Dua puluh dua

930 Kata

Kalimat itu terlontar begitu saja dari bibir William. Padahal laki-laki itu tidak berniat untuk menyatakan perasaannya sekarang. Hanya saja sikap Sia yang selalu menghindarinya berhasil membuat William geram. Sekarang atau tidak sama sekali? Bisik batinnya mengingatkan. Mereka saling berpandangan hingga tanpa sadar suara klakson bis menyadarkan kedua. "Mau naik nggak neng?" tanya sang supir. "Eh?" Yang ditanya mendadak speechless. "Nggak bang!" teriak William yang berhasil membuat supi bis bertubuh tambun itu kembali menjalankan bisnya. "Eh!? Bisnya! Kenapa lo jawab nggak?" tanya Sia, tidak menyangka dengan apa yang baru saja dilakukan oleh William. Tidak tahukah laki-laki itu jika Sia sudah menunggu cukup lama demi bis yang sudah mulai tampak usang itu!? "Soalnya urusan diantara k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN