Dua Belas

810 Kata

Sebelum kepergian papa, Lia adalah kakak yang baik. Ia sangat menyayangi sia seperti ia menyayangi adiknya sendiri. Seolah-olah Sia adalah adik yang selama ini yang ia inginkan. Adik yang akan menjadi temannya bermain dan berbagi cerita. Sayang, kenyataan berkata lain. Sehingga membuat Lia menjauh darinya akibat kenyataan yang dilihatnya dengan kedua matanya sendiri. Tidak mudah bagi Lia untuk bisa menerima Sia lagi seperti dulu. Meski hatinya juga ingin. "Jangan diulangi lagi kejadian kemarin malam ya. Mama tidak mau kamu susahkan. Sampai harus melapor polisi seandainya dalam dua puluh empat jam kamu nggak pulang. Mengerti?" tegur Mama. Meski tanpa nada sinis, tapi kalimatnya tetap menggambarkan dirinya yang tidak ingin dibuat susah oleh Sia. "Hm.." gumam Sia. "Memangnya sebenarnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN