Happy Reading and Enjoy Reynald POV Aku mendekap tubuh Gigi yang hampir limbung, suasana ruangan ini mendadak ramai karena tangis sanak keluarga yang kehilangan, termasuk aku. Eyang menghembuskan nafas terakhirnya tepat satu jam kami sampai, bahkan kami belum beristirahat sama sekali. Aku baru tau kalau Eyang sudah sakit sejak lama, tapi Mama menyembunyikannya dari kami takut kalau kami jadi kepikiran. Amel menangis histeris dipelukan Mama sedangkan Gigi hanya diam saja sementara air matanya terus menangis dipelukanku. “Sayang” panggilku seraya menepuk pipinya pelan, dia mengerit tampak kesakitan. “Gigi, kamu denger aku?” tanyaku lagi dan dia hanya mengangguk, tangannya mencengkram erat kaos yang ku gunakan. Pakdhe langsung mengurus semuanya, sementara saudara perempuan Mama han
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


