Bab 66

2262 Kata

“Aduh puyeng banget kepala gue,” ucap Bening ketika pertama kali membuka matanya dan langsung disambut dengan cahaya matahari yang masuk melalui celah gorden kamarnya. Ia mengucek mata pelan, meringis kecil. “Kayak habis digebukin di mimpi semalem.” Tubuhnya masih terasa berat, seperti habis berlari jauh semalam. Tenggorokannya kering, kepalanya sedikit pening, dan bulu kuduknya berdiri saat ia mulai sadar bahwa posisinya tidak seperti biasa. Ia sedang berada dalam pelukan Banyu. Lengan Banyu melingkari pinggangnya. Napas suaminya teratur di belakang telinganya, hangat dan stabil. Bening membeku beberapa detik. Ia memandangi lengannya sendiri, memandangi posisi mereka, lalu menghembuskan napas pelan. “Ya ampun… gue dari tadi malem sampai pagi begini masih nempel kayak gini ya,” bisikny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN