BMB Bab 10

1227 Kata

Aku sama sekali belum pernah melihat pria muda itu sebelumnya atau mungkin dia masih saudara Mang Kosim. Hanya saja aku hampir mengenal semua saudara Mang Kosim karena Mang Kosim memang warga sekitar sini. Aku masih berdiri di samping mobil sambil merapatkan jaket dan memasang penutup kepala. Baru keluar dari mobil aku sudah disambut oleh udara dingin menusuk kulit khas pegunungan. “Mang Kosim kemana?” tanyaku lagi, menggulang pertanyaan yang sama. Tentang keberadaan penjaga villaku tersebut. “Mang Kosim di dalam, Nona,” jawab pria muda itu, hanya saja kenapa dia terlihat seperti bingung dan menjawab dengan sekenanya. Atau, itu hanya perasaanku saja yang memang baru kali pertama melihatnya. “Kamu siapa?” tanyaku kemudian masih belum beranjak dari samping mobil. “Saya anaknya Mang Kosim

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN