CANDY Aku sudah bisa menebak bahwa dokter Diana yang datang. Ketika dia menemukanku duduk di ruang santai, aku segera menghambur memeluknya dan menangis. Dia kelihatan bingung dengan tingkahku. Berulang kali dia menanyakan apa yang sebenarnya terjadi padaku, tapi aku belum bisa menceritakannya. Hingga dia membiarkanku sejenak sampai aku tenang. Suasan saat itu terasa aneh. Hujan di luar bahkan tak berhenti seeakan-akan menemaniku untuk menumpahkan segala keluh kesahku pada dokter Diana. Dia bahkan sangat terkejut mendengar ceritaku. Dia juga bertanya dan khawatir apakah aku bertindak bodoh. Tentu saja dia khawatir karena dia tahu apa yang akan kulakukan jika aku sampai depresi. Tapi aku tentu mengatakan kalau aku tidak bertindak bodoh. Aku tahu itu akan menyakiti banyak orang. Aku tak

