CANDY Dalam kenangan itu aku melihat diriku yang berlarian menghindari kejaran Dirga. Aku berlari sepanjang perkebunan, menerobos para pemetik teh, mendengar seruan Dirga memanggil-manggil namaku, mendengar suara tawa kami, dan aku berhasil tertangkap olehnya. “Kena kamu ya!” seru Dirga ketika dia berhasil meraihku. “Yah… kena lagi deh…” dengusku saat itu. “Aku capek nih seharian berlarian ngejar kamu.” Dirga berusaha mengatur napasnya kembali. Dia memandang ke sekelilingnya. “Kayaknya udah sore nih. Balik yuk daripada dicariin Mama sama Papa kita.” Aku memanyunkan bibir tanda tidak setuju. “Nggak mau, ah. Masih pengen berkeliling. Kapan lagi nih kita main-main ke tempat beginian kalau nggak cuma sekali ini doang?” Aku melemparkan pandangan tertarik ke suatu tempat di mana terdapa

