BAB 14 Pers "Kau yakin tidak ingin pergi?" Pertanyaan Keira kembali membuat Arabella melihat jam di layar ponselnya. Sudah tidak terhitung yang keberapa kalinya dia melihat jam dan kembali duduk. Berulang kali mengulangi kegiatan itu hingga membuat Keira bosan. Masalahnya ... Berapa kali pun Arabella mencoba mengabaikan kata hatinya, logikanya masih terus mengambil peran. Argumen belum terpecahkan: antara dia lebih baik mengabaikannya atau dia sebaiknya pergi. Haruskah dia pergi? "Kapan kau akan memutuskan, Ara? Membosankan sekali hanya melihatmu diam di sini." kata Keira lagi. Helaan napas panjang Arabella menjadi hal pertama yang Keira dapat selama hampir tiga puluh menit mereka berbincang, sebelum kemudian Arabella menjawabnya. "Ini tidak akan sampai ke mana pun, iya 'kan?"

