“Kau teman Hazel ya?” panggil seorang paman. Ferdinand hanya mengangguk sopan, di depannya berdiri seorang wanita yang ia tahu lebih dewasa darinya. Disini perempuannya cantik-cantik ya. “Apa Hazel bekerja hari ini pamaan?” tanya Ferdinand sopan. “Ya dia ada di dalam. Masuk aja.” Ferdinand langsung melihat ke dalam, kebetulan mata mereka bertemu dan ia melambaikan tangan kepada Hazel tapi fokus matanya teralihkan pada gadis manis di depan temannya itu yang tiba-tiba membuat jantungnya berdetak kencang. “Hallo.” Sapa Ferdinand, pada gadis di depan Hazel. Ia bahkan tidak memperhatikan Hazel sejak ia melambaikan tangannya. Sofia yang bingung dan pemalu hanya mengangguk. “Sof ini Ferdinand teman sekelasku. Ferdi, ini Sofia. Kenapa kau kesini lagi?” tanya Hazel penasaran, tapi lelaki it

