Penyesalan

1418 Kata

Bagian 28 POV Mulya Benar kata pepatah bahwa penyesalan memang selalu datang terlambat. Tidak ada penyesalan yang datangnya di awal. Di saat penyesalan itu datang, barulah aku sadar bahwa betapa bodohnya diri ini. Aku membuang berlian, hanya demi kerikil di pinggir jalan. Tertipu oleh penampilan luarnya yang tampak begitu menawan. Sehingga aku tidak bisa menahan keinginan yang menggebu-gebu untuk memilikinya. Tidak peduli terhadap istri yang begitu setia dan tulus menyayangiku. Anak-anak juga kuabaikan demi menggapai cintanya yang hanya palsu belaka. Cinta telah membutakan mata hatiku. Semuanya begitu indah dan menggoda. Dimataku, ia bahkan sangat sempurna, sehingga aku rela memberikan apa saja untuknya. Pesonanya seakan-akan mampu menghipnotis diriku. Setiap saat, hanya namanya yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN