Masa lalu Mas Ben

1547 Kata

Bagian 30 Setelah kepergian Mas Mulya, aku lebih memilih diam karena masih kepikiran dengan kata-kata Mas Ben tadi. "Tuh, kan bengong lagi," ledek Mas Ben. "Aira mau tanya, Mas. Apa maksud ucapan Mas tadi?" "Oh, itu biar calon mantan suamimu itu menyesal karena telah menyia-nyiakan dirimu. Judulnya kan membuat mantan suami menyesal, ya begitulah," candanya. Tapi kali ini ada yang berbeda dari sikap Mas Ben. Tidak biasanya ia gugup seperti ini. Ada apa dengannya? Aku masih bertanya-tanya dalam hati. "Hanya itu? Mas yakin?" "Iya dong, terus apalagi?" Mas Ben malah balik bertanya padaku. Baiklah kalau memang ia tidak mau jujur, tidak apa-apa. "Mas ngapain sih, bantuin Mas Mulya segala? Aira sengaja nggak mau bantu. Biar dia tahu rasa," protesku kepada Mas Ben. Aku malah kesal dengann

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN