Arthur berjalan menyusuri koridor di kantor polisi. Ia tampak tergesa menuju ke sebuah ruangan. Ia berhenti di sebuah ruang dan memberi hormat pada polisi yang berjaga di luar ruangan itu. Arthur masuk dan mendapati Kelvin menunggu di sana. Arthur menarik kursi yang ada di seberang Kelvin. "Gimana keadaan lo?" tanya Arthur basa-basi. Kelvin tampak menunduk lesu. Ia menggeleng. Arthur mengedikkan bahu tak peduli lalu mulai bicara serius. "Gue minta lo jawab pertanyaan gue secara jujur. Lo akan bebas kalau lo ngomong sejujurnya dan nggak menutup-nutupi apa pun." Kelvin mengangguk. Tapi ia masih bungkam dan menunduk. "Jadi, lo dari awal udah tau kalau bakal dijadiin korban?" "Iya." "Apa alasan lo setuju buat jadi korban?" "Lo tau lah Ar, masala

