Nadia melirik sekitar. Ia mempererat pegangannya pada gagang pistol, jaga-jaga jika ada orang berbahaya yang mungkin akan menyerangnya. Nikolai berdiri di depannya, menghalangi tubuh Nadia dengan tubuhnya sendiri sembari menatap awas. Suara tembakan keras itu hanya sekali, dan mereka berdua sama sekali tidak tahu dari mana asalnya. Nikolai mendecak. "s**t, mengapa harus ada keributan di saat aku mengajakmu berpartisipasi dalam acara membosankan ini." Keluh Nikolai kesal. Nadia juga tidak menyangka bahwa ia akan terjebak dalam keributan seperti ini. Nadia baru saja merasa bosan dan tertidur sembarangan hanya untuk membunuh waktu, dan sekarang ia harus berdiri dengan pandangan awas sembari memegang pistol. Jika benar-benar ada perselisihan besar di sini, maka yang paling diuntungkan adal

