Yao Wang membuka matanya. Butuh beberapa detik sampai pandangannya cukup fokus dan mengetahui di mana posisinya sekarang. Ruangan serba putih, penerangan temaram, dan selang infus yang jarumnya menancap di pergelangan tangan. Yao Wang terkejut ketika melihat Nadia tertidur dengan menyandarkan kepalanya pada pinggiran ranjang yang ia tempati. Wajah gadis itu setengah tertutup dengan rambut pirangnya yang berantakan. Susah payah Yao Wang menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Nadia meski lengannya kemudian terasa sangat nyeri. Nadia tertidur pulas dengan wajah kelelahan. Bahkan masih banyak bercak darah, memar-memar, dan debu yang menempel di wajahnya bersama dengan keringat. Apa yang sebenarnya dipikirkan para dokter di rumah sakit ini? Mengapa tidak langsung menangani Nadia padahal dilih

