episode 17

1016 Kata
Rasanya aku masih sangat khawatir pada kak Lana, aku takut dia memang punya penyakit serius. Duh, 'kan, aku mulai lagi berpikir yang tidak-tidak tapi sebaiknya aku segera menemui kak Lana siapa tau dia sudah bangun. Langkah kakiku menuntunku kearah seorang pria yang baru saja menutup pintu kamarnya, mataku tak bisa berkedip saat tubuh pria itu berbalik dan menghadapku, tubuhnya yang gagah dibalut kemeja biru dan rompi abu-abu diakhiri jas hitam mahal yang sangat pas ditubuhnya membuatku tak bisa beralih darinya. Siapa pria ini? Kenapa dia keluar dari kamar kekasihku? Ya, Tuhan... Pandangan matanya yang tajam, ekspresi datar namun tetap menawan membuatku teringat pada tokoh komik kesukaanku namanya Ming Shiyin eheheh, ya, komik mandarin. "Fir. " Eh? Dia menyebut namaku, darimana dia tau namaku?. "Kau melamun apa? " Dia bertanya padaku, jantung ku rasanya berdegup dengan cepat bahkan wajahku mungkin sudah memerah karena malu, baru kali ini aku melihat pria begitu tampan tapi kekasihku juga tidak kalah tampan jika didandani seperti ini, "Eh. Tuan ini siapa? Darimana tau namaku? Kenapa keluar dari kamar, kak, Lana? " tanyanyaku bertubi-tubi. Aku sangat penasaran siapa kiranya pria tampan ini. "Khekhe.. " Ah, dia malah terkekeh lagi. Apa pertanyaanku tadi mengandung unsur gurauan? "Ivan. Namaku, Mizuruky Ivan." Oh, dia pengusaha muda yang terkenal sangat kaya itu bahkan paling kaya se Asia, tapi kenapa dia keluar dari kamar kekasihku? "Baiklah, tuan Mizuruky. Kalau begitu kenapa anda keluar dari kamar kekasihku?" tanyaku yang sudah tak sabar menunggu jawaban pria mempesona didepan ku ini. ***** Ivan Maulana Rizky (Mizuruky Ivan) Sejuta mata memandang warna gelap menjadi terang sinar mentari menerangi jiwa yang gelap seperti dirimu yang selalu menerangi hatiku yang telah lama sunyi..... Firanda firdaus nama gadis manis yang ada didepanku, matanya memancarkan ketidak sabaran mengenai jawabanku, sekarang aku bingung harus menjawab apa padanya? Gadisku tidak mengenaliku karena penampilan ku yang berbeda hehehe sungguh aku ingin tertawa tapi dia sangat imut. "Kekasihmu? " aku berpura-pura tidak mengerti apa yang dia ucapkan, aku ingin tau bagaimana reaksinya selanjutnya. "Iya, kekasihku. Kau keluar dari kamarnya dan sekarang kau seakan tidak tau apa yang ku bicarakan. Tuan, kau masih muda ku harap kau tidak pikun! " dia menjawab pertanyaan ku dengan kekesalan yang dia tahan, sangat menggemaskan rasanya aku ingin sekali menciumnya. Lihatlah! Dia bahkan menatapku galak, berbeda dengan tatapannya pada Maulana sangat lembut dan terkesan malu-malu, aku sudah tidak tahan lagi ku tarik pinggangnya agar mendekat padaku dan ku kecup lembut bibirnya. ***** Firanda sangat terkejut menerima perlakuan dari pria itu, ia pun langsung mendorong dadanya dan menamparnya. Plak... Maulana terkejut menerima perlakuan kasar dari kekasihnya, rasa nyeri dan panas masih terasa dipipinya. "Hiks... Hiks... Kau kurang ajar! Kau pikir kau siapa bisa mencium orang seenaknya?! Kau pikir aku w************n yang bisa sembarangan dicium orang! Kau pikir hanya karena kau memakai jas mahal kau bisa seenaknya?! Atau karena harta dan kedudukanmu kau bisa memperlakukan ku seenaknya?! Kak, Lana, saja tidak pernah melakukan itu padaku. Kenapa harus kamu? Hiks... Hiks... " dia menangis menyesali kebodohannya yang tak bisa menjaga dirinya. Maulana sangat menyesal menggoda kekasihnya, ia tak menyangka gadis itu akan sangat sedih hanya karena mengira bibirnya dicium oleh pria lain. Ia pun menarik sang kekasih dalam pelukannya. "Maaf. Fir, ini aku, kekasihmu. Aku Maulana, Ivan maulana Rizky atau Mizuruky Ivan. Jangan menangis! Aku mintak maaf sudah tidak jujur padamu, "sesalnya. Firanda berhenti menangis, ia mendongak menatap pria itu, memperhatikannya secara seksama. "Sudah memandanginya? Aku memang tampan, tapi untuk sekarang aku harus segera berangkat kekantor untuk rapat penting. Bagaimana kalau nanti saja kau lanjutkan memandangiku? " ucap Maulana sukses membuat gadis itu ditimpa rasa malu bahkan wajahnya sampai memerah. "Sayang. Aku mintak maaf ya? Aku tidak akan berpura-pura menjadi orang lain lagi, aku tidak mau membuatmu menangis lagi." Maulana membelai lembut puncak kepala sang kekasih. Gadis itu mengangguk lalu memeluk sang kekasih sambil tersenyum penuh kebahagiaan, dia tidak menyangka akan memiliki seorang kekasih yang begitu sangat sempurna untuknya. Setelah dirasa cukup, ia pun melepaskan pelukannya. "Sebelum kekantor, kak, Lana sarapan dulu, ya? Jangan sampai telat makan agar kejadian semalam tidak terjadi lagi, "katanya. Pria itu tersenyum lalu mengangguk. "Baik. Ayo! Aku berharap kita segera menikah, Fir. Agar kalau sarapan ada yang menemani, "balasnya. Gadis itu tersipu malu, sesungguhnya ia juga berharap tapi mengingat status sosialnya yang berbeda dari pria itu rasa ragu selalu muncul dalam hatinya. "Kak, Lana. Aku juga berharap punya suami seperti kakak, tapi aku hanya orang miskin dan kakak orang sangat kaya. Aku tidak yakin keinginan ku bisa terwujud," balasnya sedikit tidak rela. Maulana bisa mengerti maksud ucapan gadis itu, tapi semua yang dia miliki tidak tergantung pada keluarganya, perusahaan yang dia miliki juga karena usahanya jadi kenapa dia tidak bisa memilih calon istri entah dari kalangan bangsawan atau rakyat biasa. Pria itu mengambil tangan gadisnya lalu menggenggamnya lembut, "Aku, Mizuruky Ivan, berjanji padamu, Firanda firdaus, bahwa hanya kau pemilikku selamanya. Aku tidak perduli akan banyak rintangan atau orang yang akan menentang, tapi selama aku masih hidup aku hanya akan menikahimu, "janjinya. Fira sungguh terharu mendengarnya, bibirnya bahkan tidak bisa berkata apapun lagi. "Aku mencintaimu, kak, Lana, "ungkapnya. Pria itu tersenyum lalu memeluk tubuh sang kekasih. ****** Maulana memandangi sang kekasih yang terlihat sangat menikmati hidangan yang disajikan dikediamannya bahkan sangking lahapnya gadis itu seperti tak pernah makan selama setahun. Diam-diam pria itu tersenyum sendiri lalu memberi isyarat pada pelayan dirumahnya untuk menyajikan lagi makanan yang enak-enak, "Tidak usah terburu -buru begitu, Fir. Kau bisa menghabiskan semuanya, "komentarnya. Firanda mendongak menatap sang kekasih dengan mulut penuh dengan makanan, "Kak, Lana, tidak makan? " tanyanya saat melihat pria itu hanya memandanginya tanpa menyantap satupun hidangan yang ada. "Melihat mu makan dengan rakus saja sudah membuatku kenyang, "jawab Maulana. Gadis itu cemberut kemudian dia mengambil piring lagi dan mengisinya dengan nasi dan lauk pauk setelah itu ia bangkit dan berjalan menghampiri sang kekasih dan mendudukkan diri disamping pria itu. "Kalau begitu, aku suapi saja, ya?" tanyanya mintak persetujuan. Maulana tersenyum tipis mendengar tawaran gadisnya. "Kau serius? " tanyanya memastikan. "Tentu saja, " balasnya. Fira mulai menyendokkan makanan kepiringnya lalu menyodorkannnya kemulut kelasihnya. "Ayo! Bukak mulutnya, "serunya. Pria itu tersenyum bahagia lalu membuka mulutnya untuk menerima suapan makan dari sang kekasih tercinta.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN