92. Sudah Lama Tak Bertemu

1788 Kata

Mobil melaju membelah malam. Tanpa sirene. Tanpa lampu mencolok. Namun kecepatannya … tidak menyisakan keraguan. Ini bukan perjalanan biasa. Di kursi depan, Gwen diam. Tangannya mantap di setir, matanya fokus ke jalan kosong di depan. Lampu-lampu kota memantul di kaca, bergerak cepat … seperti waktu yang tidak memberi mereka ruang untuk berpikir ulang. Di kursi belakang, Bella tidak menyentuh apa pun. Foto itu masih ada di tangannya. Sudah terlipat sedikit di ujungnya. Ia menatapnya lagi. Dan lagi. Seolah mencoba menemukan sesuatu yang dulu tidak ia lihat. “Dia suka bikin pancake tiap Minggu.” Suara Bella tiba-tiba memecah sunyi. Gwen tidak langsung merespons. “Selalu gosong di satu sisi,” lanjut Bella pelan. “Tapi dia bilang itu ‘karamelisasi sempurna’.” Sudut bibirnya berger

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN