26

1300 Kata

Suara bedebum keras mengganggu perbincangan mereka, ketiganya langsung menatap ke arah lorong penghubung pintu. Wiliam dan Samuel bangkit dari duduknya secara spontan, keduanya saling menatap satu sama lain. "Ada apa itu?" Lili berseru dengan nada penasaran. "Biar aku yang membukanya, kau disini saja Sam." Ujar Wiliam. Pria itu memiliki firasat buruk, hanya ada beberapa orang yang mampu mendekati apartemennya bahkan sampai menggedorkan pintunya. Wiliam melirik ke arah Intercom yang terpasang, layarnya memperlihatkan seorang pria yang sangat ia kenal. Wiliam menghela napas kasar, ini tidak akan berjalan dengan baik. Ia mempersiapkan diri sebelum membuka pintu itu, dengan perlahan tangannya meraih gagang pintu mewah yang dilapisi emas. Baru saja pintu terbuka seperempat bagian, tapi seo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN