Pintu rumah Lili terbuka sepenuhnya, dengan perlahan ia mendongakkan kepala untuk melihat tamunya. Benar saja, di sana ia melihat Wiliam yang berdiri dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku. Penampilan Wiliam cukup santai karena memakai pakaian casual dengan memakai sweater leher ditambah dengan jaket kulit, celananya pun memakai jeans berwarna putih bersih. Lili menelan ludahnya susah payah, pandangan keduanya beradu cukup lama, hingga tiba-tiba saja Wiliam berdehem singkat dan menyadarkan lamunan gadis itu. "Eh Will?" Lili tersenyum canggung. "Bagaimana keadaanmu?" Lili terkesiap, ia buru-buru menjawabnya. "Aku baik, sudah lebih baik dari sebelumnya." "Ohh bagus, apa kau terlalu sibuk sampai tidak membalas pesanku?" Tanya Wiliam masih dengan memandangi gadis itu dengan tatapan

