OHM 25

1242 Kata

Ralisya melihat mobil berkaca gelap itu mendekati dirinya. Tak lama keluarlah seseorang, Ralisya menghela napas panjang. Dia merasa heran, di mana pun dia berada, pasti selalu bertemu dengan seseorang yang beberapa hari ini membuatnya kesal. Ya, siapa lagi jika bukan Raydan, mantan kekasihnya. Ralisya melangkahkan kakinya, mencoba menghindar dari Raydan, tetapi Raydan justru menghalangi langkahnya. "Kamu sedang apa di sini?" tanya Raydan. "Bukan urusanmu," ucap Ralisya tampak dingin. Raydan mengerutkan dahinya. Entah apa salahnya sehingga Ralisya bersikap dingin seperti itu. Dia bahkan baru bertemu lagi dengan Ralisya setelah beberapa hari tak bertemu. "Apa kekasihmu meninggalkan mu di jalanan seperti ini?" tanya Raydan seraya tersenyum seakan mengejek. Ralisya menajamkan tatapannya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN