Makaila tampak mengunyah buah apel yang sudah dipotong oleh ibunya dengan lahap. Apel memang salah satu buah yang disukai oleh Makaila. Karena itulah, Makaila sama sekali tidak akan mengabaikan potongan buah apel yang sudah dipotong dengan baik oleh ibunya. Apalagi, kini Edelia memotong buah apel merah dan hijau dengan bentuk yang lucu. Sebab itulah, nafsu makan Makaila meningkat dengan baik. Edelia yang melihat hal itu tidak bisa menahan diri untuk tersenyum dan mengusap puncak kepala putrinya dengan lembut. “Sayang, ayo minum obatnya dulu,” ucap Edelia sembari memberikan obat pada Makaila. Namun, saat Makaila melihat obat yang diberikan oleh ibunya, Makaila tidak bisa menahan diri untuk mengernyitkan keningnya. “Ma, kenapa obatnya terlihat lebih banyak daripada biasanya, ya

